Rangkuman Materi Water Smart
Water Smart bertujuan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air melalui 6 cara yaitu;
1. Rainwater harvesting
Pengumpulan air hujan yang digunakan untuk mengakhiri pertanian di tanah kering dan kebutuhan lain di lokasi
2. Drip irigation
Pengaplikasian Air langsung ke daerah akar untuk meminimalisir pemborosan air
3. Laser land leveling
Meratakan lahan dan memastikan pemerataan air di lahan dan mengurangi pemborosan air
4. Furrow irrigated bed planting
Metode ini lebih efektif untuk mengontrol irigasi dan drainase dan juga pengelolaan air hujan Selama musim hujan
5. Drainage Management
Pembuangan kelebihan air melalui struktur kontrol air
6. Cover corps method
Mengurangi hilangnya penguapan air tanah
4 sistem pengairan ;
1. Konvensional
membutuhkan air 1 180 MM dan hanya 570 mm air yang digunakan untuk proses evapotranspirasi
2. Jenuh air
Mampu menurunkan penggunaan air hingga 32% pada dua musim tanam dan tidak menurunkan kualitas hasil
3. Pengairan berselang
Menghemat air sebesar 40% dan tidak menurunkan hasil melalui pengaturan kondisi lahan dalam kondisi kering dan tergenang secara bergantian
4. Sistem gogo
Sistem ini bergantung pada curah hujan, merupakan sistem budaya aerobik dan alternatif untuk penghematan air
Payment of Ecosystem Service ( PES)
Kebijakan PES di Indonesia telah diatur dalam undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan peraturan pemerintah nomor 46 tahun 2017 tentang instrumen ekonomi lingkungan hidup
Implementasi di lapangan masih sulit berkembang karena masalah penguasaan lahan tumpang tindih peraturan dan bersifat sukarela
Strategi adaptasi dan mitigasi
Pendekatan lama berorientasi pada tujuan akhir belum mempertimbangkan dampak terhadap ekosistem
Pendekatan baru menekan kan pada keberlanjutan ekosistem dalam mendukung ketersediaan sumber air bagi kehidupan manusia serta sebagai upaya mengurangi resiko kerugian yang besar
Beberapa aspek dalam implementasi water Smart
1. Infrastruktur irigasi yang
2. Kelembagaan pengelola jaringan irigasi
3. Peraturan dan kebijakan yang mendukung
4. Konservasi tanah dan air
5. Pemanfaatan teknologi hemat air sesuai kearifan lokal
6. Informasi prediksi kejadian hujan atau iklim
Komentar
Posting Komentar